ntardulu

Bikin QRIS lebih aman

QRIS-nya sendiri aman kok. Yang gampang diganti orang itu kertas yang nempel di dinding — jadi yang dilatih di sini kebiasaan baca, bukan curiga terus.

  1. 1

    Baca Nama Penerima Sebelum Bayar

    Sangat penting

    Nama di layar harus sama dengan warung, masjid, atau tempat parkir tempat kamu berdiri.

    Ini satu-satunya pemeriksaan yang diperlukan — dan aplikasimu sudah menampilkannya untukmu.

    Layar konfirmasi aplikasi pembayaran, sebelum tombol bayar

  2. 2

    Lihat Stikernya Sebentar

    Cek rutin

    Stiker berlapis, miring, atau jauh lebih baru dari kotaknya patut dicurigai.

    Modus ini tidak meretas apa pun. Menempel kertas di atas kertas adalah seluruh tekniknya.

  3. 3

    Perhatikan Jenis Merchant-nya

    Wajib ingat

    Donasi masjid atau yayasan biasanya terdaftar sebagai merchant tempat ibadah, bukan merchant reguler.

    Pelaku mendaftar seperti pedagang biasa, jadi jenis merchant sering tidak cocok dengan tempatnya.

  4. 4

    Simpan Bukti Transaksinya

    Cek rutin

    Screenshot struk digitalnya, lengkap dengan nama penerima dan NMID.

    Kalau ternyata salah tujuan, nama merchant dan NMID itu yang dipakai untuk melapor.

  5. 5

    Kalau Kamu yang Punya QRIS-nya

    Cek rutin

    Foto stiker QRIS milikmu, lalu cek berkala apakah yang menempel masih yang itu.

    Pengurus masjid dan pemilik warung adalah orang pertama yang bisa menghentikan modus ini.

Kalau terlanjur bayar ke QRIS yang salah…

Transaksinya sah, jadi yang dikejar adalah merchant-nya — bukan pembatalan otomatis.

  1. Simpan struk digitalnya: nama merchant, NMID, jam, dan nominal.
  2. Laporkan ke penyedia dompet digital atau bankmu lewat aplikasi resminya.
  3. Beri tahu pengurus tempat itu supaya stikernya dicopot hari itu juga.

Sudah terlanjur kena? Lihat langkah daruratnya →

← Kembali ke simulasi QRIS